
WARTAPOST.CO.ID, Pesawaran — Anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Mustika Bahrum, menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Minggu (13/09/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda rutin dan wajib bagi anggota DPRD Provinsi Lampung periode 2024–2029 yang dilaksanakan secara serentak sesuai daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.
Dalam sambutannya, Mustika Bahrum menegaskan, kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan tidak semata-mata dimaknai sebagai penyampaian materi tentang Pancasila. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengingatkan kembali masyarakat terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
“Hari ini berterima kasih bisa kembali bersilaturahmi dengan warga Sungai Langka. Intinya, hari ini saya bersilaturahmi dengan warga di sini, dalam kemasan Sosialisasi Pancasila,” kata Mustika.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila pada dasarnya telah melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia sejak lama. Berbagai perilaku dan aktivitas sehari-hari masyarakat merupakan bentuk nyata dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Namun demikian, penguatan terhadap ideologi Pancasila tetap diperlukan agar nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami secara teori, tetapi terus tumbuh, kokoh dan membudaya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Kalau berbicara ideologi Pancasila, kita semua sudah melaksanakan sila-sila dalam Pancasila. Sudah kita laksanakan sejak lahir hingga saat ini. Namun penguatan menjadi bagian penting untuk terus memupuk nilai-nilai Pancasila agar terus kokoh dan membudaya,” ujarnya.
Lebih dari itu, Suntan Pengayom Makhga (Gelar Adat Mustika Bahrum) juga menempatkan silaturahmi sebagai bagian penting dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, hubungan yang baik antara wakil rakyat dan masyarakat harus terus dibangun melalui komunikasi dan pertemuan langsung.
“Hari ini silaturahmi, ini yang terpenting. Karena kata silaturahmi membuatkan saya bisa seperti ini. Dan silaturahmi juga bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sungai Langka, Erwan Sukijo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Mustika Bahrum terhadap masyarakat serta Pemerintah Desa Sungai Langka.
Erwan menyebut, kehadiran Mustika di Desa Sungai Langka bukan kali pertama. Selama dirinya menjabat sebagai kepala desa, Mustika Bahrum disebut telah beberapa kali hadir dan menggelar kegiatan bersama masyarakat setempat.
“Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya, khususnya kepada Bapak Mustika Bahrum yang sudah memberikan perhatian kepada pemerintah maupun masyarakat Desa Sungai Langka,” kata Erwan.

Ia menilai, kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat harus mendapat ruang dan dukungan, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan.
Erwan menambahkan, sosialisasi Pancasila pada dasarnya merupakan momentum untuk mengingatkan kembali masyarakat bahwa nilai-nilai Pancasila telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Kalau soal Pancasila dan wawasan kebangsaan, sebenarnya bapak-bapak semuanya sudah melakukan dalam kegiatan kehidupan sehari-hari. Kenapa diadakan sosialisasi? Untuk mengingatkan kita kembali,” ujarnya.
Menurut Erwan, Pancasila merupakan benteng bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai gagasan, pandangan maupun pengaruh yang berkembang di tengah kehidupan sosial.
Ideologi Pancasila, lanjutnya, menjadi dasar bagi masyarakat dalam berpikir dan menentukan tindakan. Karena itu, penguatan wawasan kebangsaan penting dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat tetap memiliki pijakan yang kuat sebagai warga negara Indonesia.
Ia meyakini masyarakat Desa Sungai Langka, khususnya warga Dusun 5, telah menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu tercermin melalui sikap bermasyarakat, menjaga persatuan dan menjalankan kehidupan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Ketika kita berpikir, ketika kita bertindak, itu didasari oleh nilai-nilai yang ada di Pancasila. Wawasan kebangsaan itu sudah setiap hari kita laksanakan. Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI, semuanya sudah tertanam di diri kita masing-masing,” jelasnya.
Karena itu, Erwan menilai kegiatan sosialisasi tidak hanya penting dari sisi penyampaian materi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat kesadaran masyarakat untuk terus menjaga dan menerapkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ikuti kegiatan dengan baik, agar nilai-nilai Pancasila tetap membudaya di Lingkungan kita,” tegasnya.

